Barito Selatan

Akses Desa Talio Barsel Terputus Banjir, Warga Terpaksa Gunakan Ferry

Akhmad Madani
×

Akses Desa Talio Barsel Terputus Banjir, Warga Terpaksa Gunakan Ferry

Sebarkan artikel ini
Warga Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala, Barito Selatan, terpaksa menggunakan ferry untuk melintasi jalan yang terendam banjir akibat luapan Sungai Barito (foto: Media Surya/Annis Luthfia Setiarini)

BUNTOK (Media Surya) – Akses jalan menuju Desa Talio, Kecamatan Karau Kuala, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), terputus akibat banjir luapan Sungai Barito dan anak sungainya.

Menurut salah satu guru SMP Negeri Karau Kuala, Annis Luthfia Setiarini, banjir tersebut telah mengganggu aktivitas masyarakat serta pelayanan publik di Desa Talio.

“Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Barito dan sejumlah anak sungainya meluap hingga merendam jalan dan permukiman warga,” ujarnya di Buntok, ibu kota Barsel, Selasa (06/01).

Akibat kondisi tersebut, katanya, jalan utama menuju Desa Talio tidak dapat dilalui kendaraan karena ketinggian air mencapai sekitar setengah meter.

“Luapan air terjadi di sisi kanan dan kiri jalan sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak bisa melintas,” katanya.

Dampak banjir tersebut juga dirasakan warga yang hendak bepergian ke Kota Buntok untuk mengurus administrasi maupun beraktivitas di pusat ekonomi.

Kondisi serupa dialami para tenaga pendidik yang mengajar di Desa Talio namun berdomisili di Kota Buntok sehingga kesulitan menjalankan aktivitas harian.

Untuk tetap beraktivitas, warga dan para guru terpaksa menggunakan jasa kapal ferry penyeberangan dengan tarif Rp50 ribu sekali naik.

Biaya penyeberangan tersebut, ujarnya, dinilai cukup memberatkan apabila harus dikeluarkan setiap hari dalam kondisi banjir yang belum surut.

“Banjir sudah berlangsung hampir seminggu dengan ketinggian air sekitar 30 hingga 50 sentimeter di sepanjang jalan menuju desa,” ujarnya.

Annis Luthfia Setiarini menambahkan, warga berharap air segera surut agar aktivitas kembali normal dan tidak menambah beban biaya transportasi.

“Kami berharap ada perhatian dan langkah cepat dari pemerintah daerah agar akses transportasi dan pelayanan publik tetap berjalan,” tambahnya.

Hingga saat ini, masyarakat Desa Talio masih menunggu penanganan lebih lanjut sambil berharap kondisi cuaca membaik dan debit Sungai Barito kembali normal. (am)